![]() |
| Buku Sebuah Catatan dari Senayan - Hardi S Hood |
Buku ini tidak berpretensi untuk
mengumumkan secara detil rekam jejakseorang Hardi Selamat Hood, selama hampir
empat tahun menjadi senator smooth
yang berkantor di Senayan. Namun dari kapasitasnya sebagai Ketua Komite III,
Komite Kesra yang menangani sembilan bidang tugas, Hardi harus melewati keseharian
yang cukup berat dan penting. Konten buku ini menyajikan hal itu secara
kronologis.
Di samping itu baik secara
kolektif maupun personal, penulis buku ini merasa punya tugas seperti
propagandis untuk membangun persepsi publik bahwa lembaga DPD RI itu adalah
“sesuatu”, setara bahkan lebih mengenggam legitimasi dibanding saudara tuanya:
DPR RI. Hingga kiniMajelis Tinggi Senate
(Upper House) initampaknya masih teralienasi dalam “rumah besar” di
Senayan. Di rumah besar yang sepertinya mempraktikkan sistem bikameral setengah
hati, para “politisi pejalan kaki” inidiposisikan seperti “anak kos” kendati
legalitasnya lebih super dan paling penting tidak menanggung “beban hutang”
kepada partai politik mana saja.
Hasil kerja Hardi dalam sedapat
mungkin untukmenjelaskan perspektif, pengalaman dan pemahamannya terhadap
problema bangsa, problema daerah dan problema kita semua yang tengah memegang
buku ini, patut diapresiasi. Bagian awal buku ini ditampilkan secara komikal,
misalnya tentang mitos kesialan angka 13, kombinasi isyarat numeric yang ajaib, sampai kepada drama
gugat menggugat yang menganalogikannya seperti kuda hitam.
Bagianselanjutnya menjadi makin
serius karena yang dipaparkan adalah tentang kinerja dan performa, berikut
prestasi dan kendala-kendala. Mozaik-mozaik berharga selama empat tahun
kiprahnya di Senayan telah dirangkai dengan sangat lugas dan pantas. Diharapkan
buku ini mampu mengubah mindset publik
tentang eksistensi seorang senatorserta memahami sisi
pentingnya, karena penulis buku ini memang telah MENGABDI DENGAN HATI. ***
Catatan Editor
Muhammad Natsir Tahar


Comments
Post a Comment